Penataan Blok M menyangkut lebih dari wajah kawasan: ada pedagang, pekerja, dan penumpang yang bergantung pada aktivitas hariannya. Pemerintah DKI Jakarta menyatakan kawasan tetap dapat dikunjungi selama proses penataan.
Dalam peluncuran konsep pada 6 Oktober 2026 yang dilaporkan ANTARA, Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat menyebut 332 tenant akan menjalani transisi ke tempat sementara yang disiapkan sebelum pembangunan.
“TransJakarta tetap berlangsung,” kata Tuhiyat mengenai layanan angkutan selama pekerjaan berlangsung. Pengaturan tata letak akan dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait, terutama Dinas Perhubungan.
Rencana transformasi mencakup terminal terintegrasi, akses antarmoda, kegiatan komersial, dan ruang publik yang lebih hijau. Pernyataan tersebut merupakan rencana serta komitmen penyelenggara, bukan laporan bahwa seluruh pekerjaan telah selesai.
Bagi warga, ukuran keberhasilan penataan juga ada pada akses sehari-hari dan kesinambungan usaha. Apa yang paling perlu dijaga selama Blok M berubah: kemudahan berjalan, koneksi angkutan, atau ruang bagi pedagang?
Berita lain di rubrik Ekonomi